Pada ajang Solidblue Execution Forum 2026, Presiden Direktur kami, Andy Rigoli, menjadi pembicara dalam sesi panel bertajuk “From Demand to Delivery.” Forum ini mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas bagaimana Indonesia dapat memperkuat strategi eksekusi sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur digital yang siap menghadapi masa depan.
Dalam diskusi tersebut, Andy menyoroti pentingnya membangun infrastruktur data center yang terintegrasi dan siap AI (AI-ready) di Indonesia. Ia menekankan bahwa data center modern tidak lagi bisa dipandang sebagai fasilitas yang berdiri sendiri. Sebaliknya, pengembangannya harus menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas, terhubung secara mulus dengan jaringan konektivitas berperforma tinggi serta berlokasi strategis di dalam atau dekat kawasan industri.
Membangun Data Center Terintegrasi dan Siap AI di Indonesia
Seiring percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara, kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama. Namun menurut Andy, kesiapan di era AI tidak hanya soal kapasitas listrik atau ketersediaan lahan.
Kesiapan AI yang sesungguhnya membutuhkan:
- Infrastruktur daya yang kuat dan skalabel
- Jaringan konektivitas berkecepatan tinggi dengan latensi rendah
- Perencanaan lokasi yang strategis, dekat pusat industri dan bisnis
- Disiplin eksekusi yang solid untuk memastikan implementasi tepat waktu
Pendekatan terintegrasi inilah yang memastikan data center mampu mendukung beban kerja AI, komputasi awan (cloud computing), hingga aplikasi berkepadatan tinggi dalam skala besar.
Dari Permintaan ke Implementasi: Pentingnya Pola Pikir Ekosistem
Sesi “From Demand to Delivery” menyoroti pergeseran penting dalam industri dari ekspansi infrastruktur yang reaktif menjadi pembangunan ekosistem yang proaktif dan terencana.
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat, didorong oleh adopsi cloud dan transformasi digital menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh. Penyedia infrastruktur digital tidak lagi cukup membangun aset secara terpisah. Yang dibutuhkan adalah lingkungan yang saling terhubung, di mana data center, penyedia konektivitas yang berjalan selaras dan saling mendukung.
Dengan menyelaraskan strategi lokasi, performa jaringan, dan keunggulan operasional, Indonesia dapat menghadirkan infrastruktur digital yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memenuhi standar hyperscaler global.
Meningkatkan Daya Saing di Kawasan Asia Tenggara
Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapore dan Malaysia telah lebih dulu memposisikan diri sebagai hub infrastruktur digital regional. Untuk dapat bersaing secara efektif, Indonesia perlu berfokus pada:
- Pengembangan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi
- Efisiensi deployment dan ketepatan waktu eksekusi
- Arsitektur yang skalabel untuk mendukung permintaan berbasis AI
- Penguatan konektivitas antara data center dan jaringan backbone
“Jika Indonesia ingin berdiri sejajar dengan hub digital di Asia Tenggara, kita harus melampaui konsep fasilitas yang berdiri sendiri. Masa depan ada pada ekosistem digital yang terintegrasi, eksekusi yang efisien, infrastruktur AI-ready yang skalabel, serta konektivitas kuat yang mengikat semuanya menjadi satu,” ujar Andy Rigoli, Presiden Direktur Indonet.
Pendekatan berbasis ekosistem ini akan membuka peluang lebih besar untuk menarik penyedia cloud global, perusahaan berbasis AI serta investasi infrastruktur jangka panjang ke Indonesia.
Membentuk Masa Depan Digital Indonesia
Partisipasi dalam forum seperti Solidblue Execution Forum 2026 mencerminkan komitmen kami untuk terus terlibat dalam diskusi strategis yang membentuk masa depan digital Indonesia.
Kebutuhan akan infrastruktur yang terintegrasi dan siap masa depan akan semakin meningkat. Indonesia memiliki fondasi kuat untuk membangun pertumbuhan digital yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kami bangga dapat menjadi bagian dari percakapan yang mendorong inovasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap infrastruktur digital regional.





