Jakarta, 23 September 2026 — Indonet bersama Alibaba Cloud, didukung oleh Penta Group dan Kawasan Industri Jababeka, menghadirkan Industry Next: Connected, Integrated & Intelligent. Forum ini membahas bagaimana konektivitas, ERP, cloud, dan AI dapat mendorong transformasi digital di industri manufaktur.
Saat ini, industri manufaktur menghadapi operasional yang semakin kompleks dan volume data yang terus bertambah. Di sisi lain, perusahaan juga perlu meningkatkan efisiensi dan tetap adaptif terhadap perubahan. Karena itu, integrasi teknologi menjadi semakin penting bagi bisnis manufaktur.
Forum ini mempertemukan para praktisi industri untuk berbagi insight dan use case. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak melihat bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses bisnis, dan mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang.
Menghubungkan Teknologi dengan Kebutuhan Industri Manufaktur
Transformasi digital di industri manufaktur kini tidak lagi sekadar mengadopsi teknologi secara terpisah. Sebaliknya, perusahaan perlu melihat bagaimana berbagai teknologi dapat saling terhubung dan bekerja bersama.
Konektivitas, enterprise resource planning (ERP), cloud infrastructure, dan artificial intelligence (AI) dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketika terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
Dalam Industry Next, para pembicara dan praktisi industri berbagi perspektif mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung berbagai aspek operasional manufaktur. Diskusi mencakup bagaimana sistem dan data dapat terhubung hingga meningkatkan visibilitas dalam proses bisnis.
Pertama, konektivitas yang andal menjadi fondasi bagi operasional yang terhubung. Konektivitas membantu menjaga sistem, fasilitas, dan tim tetap terkoneksi.
Sementara itu, ERP membantu mengintegrasikan proses bisnis dan data utama perusahaan. Cloud kemudian memungkinkan perusahaan mengakses dan mengembangkan infrastruktur digital secara lebih fleksibel.
Selanjutnya, AI dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas bisnis. Mulai dari analisis data dan otomasi hingga pembuatan konten dan pekerjaan sehari-hari.
Dengan integrasi tersebut, perusahaan dapat membangun operasional yang lebih connected, integrated, and intelligent.
Dari Konektivitas Menuju Operasional yang Lebih Intelligent
Bagi perusahaan manufaktur, efisiensi operasional tidak hanya bergantung pada masing-masing sistem. Efisiensi juga ditentukan oleh seberapa baik sistem dan proses tersebut dapat bekerja bersama.
Dengan teknologi yang saling terhubung, data dapat mengalir lebih mudah antara tim, fasilitas, dan berbagai aplikasi. Sistem yang terintegrasi juga memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap operasional bisnis. Selain itu, integrasi dapat membantu mengurangi proses yang masih berjalan secara terpisah.
Seiring semakin banyaknya data yang tersedia, AI dapat membantu tim mengolah informasi menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan alur kerja dan memanfaatkan data yang sudah dimiliki secara lebih optimal.
Karena itu, perusahaan manufaktur memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dari sekadar mendigitalisasi proses yang sudah ada. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun operasional yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Belajar dari Insight dan Use Case Industri
Salah satu highlight dari Industry Next adalah diskusi mengenai insight dan use case nyata di industri.
Alih-alih melihat teknologi sebagai investasi yang berdiri sendiri, peserta diajak memahami bagaimana berbagai teknologi dapat dikombinasikan untuk menjawab kebutuhan bisnis secara lebih praktis.
Secara khusus, diskusi menyoroti beberapa area yang dapat didukung melalui integrasi teknologi dalam operasional manufaktur:
- Efisiensi operasional melalui sistem dan proses yang lebih terhubung
- Optimalisasi proses bisnis melalui integrasi data dan workflow
- Infrastruktur yang scalable dengan dukungan teknologi cloud
- Pengambilan keputusan berbasis data dengan dukungan AI dan data bisnis
- Visibilitas operasional yang lebih baik di berbagai tim, sistem, dan fasilitas
- Kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang
Berbagai penerapan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru. Lebih dari itu, transformasi digital dapat menjadi bagian dari cara perusahaan meningkatkan operasional sehari-hari dan merespons perubahan industri.
Membangun Industri yang Lebih Connected, Integrated, dan Intelligent
Industri manufaktur terus berkembang. Perubahan ekspektasi pelanggan, rantai pasok yang semakin kompleks, serta perkembangan teknologi yang pesat turut mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis.
Oleh karena itu, perusahaan manufaktur perlu mempertimbangkan bukan hanya teknologi yang akan digunakan, tetapi juga bagaimana berbagai teknologi tersebut dapat terintegrasi.
Melalui Industry Next: Connected, Integrated & Intelligent, Indonet, Alibaba Cloud, Penta Group, dan Kawasan Industri Jababeka mempertemukan para pelaku industri untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan transformasi digital di industri manufaktur.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam membangun masa depan industri manufaktur. Konektivitas menjadi fondasi. Integrasi menyatukan sistem dan proses. Sementara itu, teknologi intelligent membantu perusahaan memanfaatkan data secara lebih optimal.
Pada akhirnya, kombinasi tersebut dapat mendukung perusahaan manufaktur dalam membangun operasional yang lebih efisien dan adaptif.
Seiring perusahaan melanjutkan perjalanan transformasi digital, kemampuan untuk menghubungkan infrastruktur, mengintegrasikan proses bisnis, dan memanfaatkan teknologi intelligent akan semakin penting untuk menghadapi kebutuhan industri di masa depan.





